Hujan Sendu
Tertumpu Rindu
-ra.veragus
Hujan Sendu
Tertumpu Rindu
-ra.veragus
Hujan kali ini tidak bersahabat dengan diriku
Terlampau kelabu
Tertahan sendu
Awan, apakah kau tengah bertumpu?
Tak sanggup menahan rindu,
Dan melampiaskannya pada bumi
Berhenti menyiksa diri
Jika kau tak sanggup diri bertahan
Tidak perlu mendengar aduan
Agar kau, tak terlampau lelah menggenggam bisikan rindu
Kamu adalah ilusi
Sebagaimana tersaksikan sendiri,
Bahwa aku adalah sang penanti
Entah menanti sang ilusi,
Atau, menanti merelakan diri
Terlampau kelabu
Tertahan sendu
Awan, apakah kau tengah bertumpu?
Tak sanggup menahan rindu,
Dan melampiaskannya pada bumi
Berhenti menyiksa diri
Jika kau tak sanggup diri bertahan
Tidak perlu mendengar aduan
Agar kau, tak terlampau lelah menggenggam bisikan rindu
Kamu adalah ilusi
Sebagaimana tersaksikan sendiri,
Bahwa aku adalah sang penanti
Entah menanti sang ilusi,
Atau, menanti merelakan diri
Aku adalah aku
Tak kan menjadi kamu, ataupun satu
Sang penanti yang menantikan ilusi
Lucu sekali
Disaat yang lain berhasil membebaskan diri
Sementara aku, disini?
Semakin giat terkekang dalam genangan harap
Tuan,
Tidak kah kau tahu,
Bahwa dirimu tertumpu beban rindu,
Dalam hatimu?
Tak kan menjadi kamu, ataupun satu
Sang penanti yang menantikan ilusi
Lucu sekali
Disaat yang lain berhasil membebaskan diri
Sementara aku, disini?
Semakin giat terkekang dalam genangan harap
Tuan,
Tidak kah kau tahu,
Bahwa dirimu tertumpu beban rindu,
Dalam hatimu?
Sempatkanlah menoleh sesaat
Walau sulit
Coba lah kau rasa,
Bagaimana melipur lara
Yang tengah dilema
Mengharap rindu balasan
Entah saat ini,
Ataupun nanti
silahkan kunjungi web kami
BalasHapushttp://mitoha-goldengamat.com/
http://fauziaherbal.com/obat-herbal-diabetes-melitus-dan-lukanya/